Tahun 80-an adalah tahun terindah buat anak-anak kecil. Saat itu jenis mainan sudah banyak. Tentu saja bukan mainan yang ada di android seperti jaman sekarang, tetapi mainan manual. Semua mainan membutuhkan gerak dari si anak. Bahkan beberapa dari mainan itu membutuhkan sedikit otak untuk berpikir.
Salah satu mainan yang cukup populer, terutama buat cowok, adalah kelereng. Harga mainan ini cukup murah. Bentuk mainan pun juga menarik. Mengkilat. Bulat. Dapat menggelinding dan berukuran kecil, sehingga mudah dibawa kemana-mana (portable).
Peraturan Dasar:
Peraturan dasarnya adalah membidik kelereng lain dengan kelereng di tangan pemain itu sendiri. Cara membidikkan kelereng ada dua.
Pertama:
Meletakkan kelereng di lengkungan jari telunjuk dan menggunakan jempol sebagai pelontar kelereng.
Kedua:
Menggunakan jari tengah dan jempol sebagai pemegang kelereng, kemudian menggunakan jempol dan telunjuk tangan lain sebagai pelontar.
Cara Main 1:
- Pemain membuat bidang segitiga di atas tanah. Lebih disukai tanah berpasir atau tanah agak lengket. Dengan tanah model begini, kelereng tidak terlalu melayang terlalu jauh dari area permainan.
- Masing-masing pemain memberikan kelerengnya di sepanjang garis bidang segitiga tadi. Kemudian masing-masing pemain bergiliran menembak kelereng di area segitiga tadi sampai keluar dari bidang segitiga. Posisi kelereng setelah ditembakkan tidak boleh diubah, bahkan kalau di tepi tembok/pagar sekalipun. Jika posisi kelereng seperti ini, pemain terpaksa menembakkan kelereng sambil berdiri. Anak-anak jawa menyebutnya sebagai posisi tongkik.
- Pemain terus bermain jika dia selalu berhasil mengeluarkan kelereng dari bidang tadi, tetapi sekali dia gagal, dia akan diganti dengan pemain lain.
- Mainan ini dimainkan sampai seluruh kelereng habis.
- Sebagai ganjaran kemenangan, pemain dapat mengambil kelereng lawan yang berhasil ditembaknya atau menghukum pemain yang kalah dengan cara menjatuhkan kelereng pada bahu telapak tangan (orang jawa bilang sebagai genderan).
Pemain berusaha memasukkan kelereng ke dalam lubang yang dibuat di tanah. Cara bermainnya hampir sama dengan cara satu. Hanya saja pemain menjajar kelereng di sepanjang garis, di depan lubang yang dibuat. Model seperti ini mengingatkan kita akan karambol atau biliar/bola sodok. Letak kelereng pemain tidak boleh diubah ketika sudah ditembakkan dari garis batas di depan lubang.


